Donasi

Ustadz Abdul Rochim: Wahai Penjual Miras Kami Akan Terus Mengawasi!

Oleh Ranu Muda
25 Januari 2025
Gatsu Tolak Miras

SOLO-Kita hadir disini adalah upaya perjuangan dalam bernahi mungkar, yaitu melawan kemungkaran. Karakter orang beriman itu salah satunya adalah berani beamar ma’ruf nahi mungkar.

Hal itulah yang disampaikan oleh Rois Tanfidzi DSKS, Ustadz Abdul Rochim Ba’asyir saat memberikan orasinya di acara Gatsu Memanggil yang digelar di perempatan Pasar Pon, Jumat (25/1/2025).

“Kali ini kita bernahi mungkar karena adanya penjual minuman setan, yang berada di Jalan Gatot Subroto dan Kota Solo ini,”ujarnya, Jumat (24/1/2025).

Mengapa khamar itu dilarang karena merupakan kepala atau sumbernya kriminalitas. Orang yang melakukan kejatahan rata-rata pelakunya mabuk dahulu.

Lanjut Ust Iim (panggilan akrab) maka kalau ada minuman setan maka kriminalitas itu semakin tinggi. Efek buruk miras sudah kita rasakan disekitar kita seperti kasuk tabrakan di Fly over Manahan, dan depan Pasar Jongke yang korbannya meninggal dunia semua pelakunya terpengaruh minuman keras.

“Pengaruh miras menjadikan genarasi kita mentalnya juga rusak. Kalau generasi muda itu rusak kemajuan apa yang diharapkan dari negeri kita,”tambahnya.

Jika ini dibiarkan bagaimana kalau para generasi muda yang mentalnya rusak kemudian kedepan menjadi pemimpin-pemimpin negeri ini maka bisa dipastikan akan membuat kerusakan di negeri ini.

Ustadz Iim menambahkan, oleh karena itu sekarang kita hari ini saat ini menolak segala bentuk penjualan atau produksi miras miras di kota Solo ini. Dan kita tolak seluruh perizininannya dari pemerintah.

“Kalau pemerintah memberikan izin maka pemerintah berarti memberikan potensi kerusakan di negeri kita,”tegasnya.

DSKS berharap pemerintah memberikan aturan pelarangan miras bukan memberikan izin atau aturan penertiban. Pemerintah harus memberikan ketegasan tidak ada sedikitpun izin terkait penjualan miras ataupun produksi miras.

Di mulai dari gerakan Gatsu Memanggil ini kita akan terus mengawasi peredaran miras.

“Wahai para penjual-penjual miras, kalian semua di bawah pengawasan kami. Dan kami akan terus mengawasi kalian dan berusaha sekuat tenaga untuk menghentikan usaha kalian dalam merusak generasi muda,”pungkasnya.

Gatsu Memanggil adalah gerakan sosial masyarakat Solo dalam rangka menolak upaya penjualan bebas miras yang ada di Kota Solo.

Acara tersebut dihadiri seluruh elemen masyarakat dari seniman, tokoh masyarakat, pelaku UMKM Gatsu dan ulama Solo.

Sebelumnya sejumlah tokoh dan elemen Islam telah berjuang keras untuk memprotes peredaran miras di Solo mulai menyampaikan ke Polres, Satpol PP, DPRD hingga ke Walikota Surakarta.

Hadir dalam aksi tersebut dari beberapa tokoh ulama seperti Ustadz Ghozali (MTA), KH Muhammad Halim (Ponpes Takmirul), Dr Hakimudin Salim (Muhammadiyah), Muhammad Burhanudin Hilal (MUI Solo) dan sejumlah tokoh lainya. []

[]

 

menu-circlecross-circle linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram