Donasi

Orangtua dan Istri Berselisih, Sebagai Suami Harus Bagaimana?

Oleh Ranu Muda
6 Januari 2025
Orang Tua

Assalaamu'alaikum warrahmatullah wabarakaatuh.

Afwan ustadz izin bertanya tentang kekeluargaan. Bagaimana sikap kita sebagai suami atas sikap istri yang sangat tidak suka dengan mertua, karena mertua lisannya kurang baik dan terkadang ikut masalah keluarga kita.

Walaupun kita sebagai anak sudah menegur ortu kita, tetapi tetap saja tidak ada perubahan dan sekarang istri tidak mau sama sekali bareng dengan mertua walaupun itu cuma sehari saja.

Bahkan sampai rela mau meninggalkan suami ketika sakit karena dapat kabar mertua mau main ke tempat suami istri tersebut karena mungkin niat ingin membantu, tetapi justru malah merasa tidak becus mengurus suami. Afwan jazaakumullah khoiron.

 

Jawaban oleh: Ustadz Qodri Fathurrahman

(Wakil Ketua DSKS - Pemateri Keluarga Grup Bimbingan Syari'ah)

Bismillahirrohmaanirrohiim. Intinya, bagaimana sikap seorang suami ketika menghadapi istri yang tidak suka dengan mertuanya?

Sebagai seorang anak meskipun dia sudah menikah, tentunya dia tetap harus berbakti dan berbuat baik kepada ibunya. Namun dalam kesempatan yang lain, dia juga harus tetap berbuat baik juga kepada istrinya.

Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha , Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik pada keluarganya. Aku sendiri adalah orang yang paling baik dalam keluargaku. (HR. Tirmidzi, no. 3895. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Maka, dalam hal ini yang perlu ditempuh adalah yang pertama, sang suami harus memahami perasaan istri dan memintanya untuk bercerita mengapai sampai seperti itu, sangat antipati kepada orang tuanya. Mungkin dia pernah sakit hati dengan ucapannya.

Istri diminta untuk curhat atau menyampaikan, kita berikan empati dan simpati kepada istri, jangan istri disalahkan.

Kedua, sang suami nasehat ini kepada ibunya dengan cara yang baik. Jangan sampai jadi salah paham, jangan sampai terkesan bahwa ia membela istrinya. Sampaikan dengan baik-baik mengapa apa Ibu sampai bersikap seperti ini sebagaimana pengakuan istri.

Ketiga, baru cari momen yang tepat, waktu yang tepat, yang mereka berdua bisa dipertemukan ke tempat yang santai mungkin, kemudian terus bagaimana diislah atau diperbaiki. Bagaimana antum sebagai penengah untuk menyelesaikan masalah yang terjadi dalam keluarga tersebut. Bagaimana nanti istri bisa mengungkapkan perasaannya selama ini, kemudian Ibu juga bisa mengungkapkan. Nanti masing-masing kemudian bisa merubah sikapnya dan syukur-syukur bisa saling memaafkan.

Dan terakhir, tentunya berdoa kepada Allah subhanahu wa ta'ala agar mempersatukan hati mereka. Wallahu a'lam bishshowaf.

menu-circlecross-circle linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram